Headlines

Banyak Gempa...Apakah kiamat sudah dekat ?


banyak gempa bumi - tanda kiamat dekat

Diantara tanda semakin dekatnya kiamat ialah seringnya terjadi gempa bumi. Disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak bakal terjadi kiamat, hingga ilmu tersebut diangkat, masa-masa semakin pendek, tidak sedikit gempa bumi, fitnah meraja lela, dan tidak sedikit terjadi al-haraj.” Sahabat bertanya, apa tersebut al-haraj? Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan”. (HR. Bukhari)

Gempa bumi dengan skala yang besar tidak jarang terjadi pada tahun-tahun terakhir ini. Banyak korban jiwa karenanya. Kerugian materi pun tidak sedikit. Bahkan kehidupan masyarakat yang menjadi korban pun terlihat memprihatinkan.

Sesungguhnya banyaknya gempa bumi di zaman yang telah tua ini sudah jauh-jauh hari dikabarkan oleh Nabi shallallau ‘alaihi wa sallam empat belas abad yang lalu. Yaitu ketika beliau hidup di tengah-tengah padang pasir yang tak seorangpun menguasai peta gempa bumi. Bahwa di akhir zaman akan tidak sedikit terjadi gempa bumi. Dan beliau mengaitkan femomena alam itu dengan semakin dekatnya hari kerusakan alam semesta (kiamat).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak terjadi hari kiamat dan sampai-sampai dihilangkannya ilmu, tidak sedikit gempa bumi.” (HR. Bukhari, no. 978)

Dalam Musnad Imam Ahmad, saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam duduk-duduk bareng para sahabatnya, di antaranya Salamah bin Nufail perawai hadits ini, beliau melafalkan sebuah hadits yang salah satu isinya; “Sebelum terjadinya kiamat bakal terjadi kematian-kematian yang mengerikan, dan sesudahnya bakal terjadi tahun-tahun gempa bumi.”

Sesungguhnya di antara format rahmat Allah Ta’ala untuk kita (umat muslim), Dia menyerahkan petunjuk-petunjuk bakal dekatnya kiamat. Sedangkan hari kiamat tidak datang kecuali dengan tiba-tiba dan paling mengejutkan.

Allah Ta’ala berfirman,
“Mereka tidak menantikan kecuali kedatangan hari kiamat untuk mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS. Al-Zukhruf: 66)

Ayat di atas menceritakan situasi orang atheis dan orang yang lalai dari Allah dan ayat-ayat-Nya. Berbeda dengan orang beriman, ia tidak jarang kali waspada terhadap adzab akhirat. Allah Ta’ala berfirman,
”(Apakah anda Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut untuk (azab) akhirat dan menginginkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang memahami dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang bisa menerima pelajaran.” (QS. Al-Zumar: 9)

Sungguh beruntung orang-orang yang concern menyiapkan bekal guna menghadapi kiamat. Dan sekali lagi, kematian ialah kiamat personal untuk tiap orang. Oleh Rasulullah, orang yang sangat baik bekalnya menghadapi kematian, menghadapi kiamat, dialah mukmin yang sangat cerdas.

“Mereka yang paling tidak sedikit mengingat kematian dan sangat baik persiapannya guna menghadapi kematian tersebut sebelum turun untuk mereka. Mereka itulah yang tergolong Mukmin yang sangat cerdas” (HR. Ibnu Majah, Hakim, Baihaqi, dan Thabrani)

Gempa-gempa ini pun mengingatkan anda bahwa kematian demikian dekat dan dapat datang untuk kita kapan saja. Ia pun sepatutnya mengikis berakhir kesombongan kita. Karena bangunan setinggi dan sekokoh apapun, dapat luluh lantak oleh guncangan gempa. Jika Allah menghendakinya.

Penjelasan Ummul Mukminin Aisyah soal Gempa Bumi

Sesungguhnya adzab Allah, saat menimpa sekelompok masyarakat maka adzab ini merangkum orang baik dan orang bejat, orang dewasa dan anak-anak, laki-laki dan perempuan. Semuanya sama-sama menemukan hukuman. Bahkan tergolong makhluk yang tidak mempunyai dosa dan kesalahan, semacam anak-anak dan hewan sekalipun, mereka turut merasakannya.

Hal ini sebagaimana yang ditegaskan dalam hadis, dari Ummu Salamah radhiallahu anha, bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Apabila tindakan maksiat dilaksanakan secara terang-terangan pada umatku, maka Allah bakal menimpakan adzab-Nya secara merata.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah salah satu mereka saat tersebut ada orang-orang saleh? Beliau bersabda, “Benar.” Ummu Salamah pulang bertanya, “Lalu apa yang bakal diterima oleh orang ini? Beliau menjawab, “Mereka menemukan adzab sebagaimana yang dialami masyarakat, lantas mereka mengarah ke ampunan Allah dan ridha-Nya.” (HR. Ahmad 6:304)

Dalam Alquran, Allah menegaskan bahwa masing-masing musibah yang menimpa manusia, diakibatkan perbuatan maksiat yang pernah mereka lakukan. Allah berfirman, “Setiap musibah yang menimpa kalian, diakibatkan perbuatan tangan kalian, dan Allah memberi ampunan terhadap tidak sedikit dosa.” (QS. As-Syuro: 30)

Allah pun menceritakan suasana umat sebelum kita: “Masing-masing Kami adzab diakibatkan dosa mereka. Di antara mereka terdapat yang kami kirimi angin kencang, salah satu meraka terdapat yang dibumihanguskan dengan teriakan yang paling pekak, terdapat yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidaklah menzalimi mereka, tetapi mereka yang bersikap zalim pada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut: 40)

Ibnul Qoyim menjalaskan, “Terkadang Allah menyuruh bumi guna begetar, sampai-sampai terjadilah gempa bumi yang besar. Sehingga insan pada takut, resah, pulang bertaubat, meninggalkan maksiat, dan tunduk dan menyesal untuk Allah. Sebagaimana yang ditegaskan beberapa sahabat, saat terjadi gempa bumi, beliau menyatakan, “Sesungguhnya Tuhan kalian menegur kalian.”

Disebutkan oleh Imam Ahmad, dari Shafiyah radhiallahu anha, beliau mengatakan, Pernah terjadi gempa di kota Madinah, di zaman Umar bin Khatab. Maka Umar berceramah, “Wahai manusia, apa yang kalian lakukan? Betapa cepatnya maksiat yang kalian lakukan. Jika terjadi gempa bumi lagi, kalian tidak bakal menemuiku lagi di Madinah.”

Diceritakan oleh Ibn Abi Dunya dari Anas bin Malik, bahwa beliau bareng seorang pria lainnya pernah mendatangi Aisyah. Lelaki ini bertanya, “Wahai Ummul Mukminin, sampaikan kepada kami tentang gejala gempa bumi!” Aisyah menjawab, “Jika mereka sudah tidak mempedulikan zina, minum khamar, bermain musik, maka Allah yang terdapat di atas bakal cemburu. Kemudian Allah perintahkan untuk bumi: Berguncanglah, andai mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka.”

Orang ini bertanya lagi, “Wahai Ummul Mukminin, apakah tersebut siksa guna mereka?” Beliau menjawab, “Itu ialah peringatan dan rahmat untuk kaum mukminin, serta hukuman, adzab, dan murka guna orang kafir.” (Al-Jawab Al-Kafi, Hal. 8788)

Dari pengakuan Umar, beliau mengetahui bahwa penyebab terjadinya gempa di Madinah ialah perbuatan maksiat yang dilaksanakan masyarakat yang bermukim di Madinah. Pernyataan ini dikatakan kepada semua sahabat dan mereka tidak mengingkarinya. Ini mengindikasikan bahwa mereka sepakat dengan pemahaman Umar radhiallahu anhu. Hal yang seperti pun telah diterangkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, beliau bersabda,

“Jika harta rampasan perang dijadikan kas negara (tidak lagi diserahkan kepada orang yang ikut perang), amanah dijadikan rebutan, jatah zakat dikurangi, di samping ilmu agama tidak sedikit dipelajari, pria taat untuk wanita dan memperbudak ibunya, orang lebih dekat untuk temannya dan menjauh dari ayahnya, tidak sedikit teriakan di masjid, yang memimpin kabilah ialah orang yang bejat (fasik), yang memimpin masyarakat orang yang rendah (agamanya), orang diagungkan karena ditakuti pengaruh buruknya, semua penyanyi perempuan tampil di permukaan, khamr diminum, dan generasi terakhir melaknat generasi kesatu (sahabat), maka bersiaplah ketika tersebut dengan adanya angin merah, gempa bumi, insan ditenggelamkan, insan diganti wajahnya, dilempari batu dari atas, dan sekian banyak  tanda dominasi Allah (musibah) yang terus-menerus, laksana ikatan biji tasbih yang putus talinya, maka biji ini bakal lepas satu-persatu.” (HR. Turmudzi, beliau mengatakan: Terdapat hadis seperti dari Ali, hadis ini gharib, tidak kami jumpai kecuali dari jalur ini)

Ketika Terjadi Gempa Bumi

Karena itu, bertaqwalah untuk Allah, takutlah untuk Allah, mintalah ampunan untuk Allah. Ingatlah firman Allah,

Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengantarkan azab kepadamu, dari atas anda atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan anda dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan untuk sebahagian anda keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, alangkah Kami menyebabkan tanda-tanda kehormatan Kami silih berganti supaya mereka memahami(nya)”. Dan kaummu mendustakannya (azab) sebenarnya azab tersebut benar adanya. Katakanlah: “Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu”. Untuk masing-masing berita (yang diangkut oleh rasul-rasul) terdapat (waktu) terjadinya dan kelak anda akan mengetahui.” (QS. Al-Anam: 65 67)

Umar bin Abdul Aziz pernah mengirim surat ke sekian banyak  negara bagian. Isinya: Amma badu, bahwasannya gempa yang terjadi ini adalahteguran dari Allah untuk hamba-Nya. Saya sudah mengirim surat ke sekian banyak  daerah untuk terbit pada hari tertentu. Siapa yang mempunyai sesuatu, hendaknya dia sedekahkan. Karena Allah berfirman, “Sungguh beruntung orang yang menerbitkan zakat. Dia menilik nama Tuhannya lantas shalat.”

Dan aku perintahkan mereka untuk menuliskan sebagaimana yang dibacakan Adam: “Ya Allah, kami sudah menzalimi diri kami, andai Engkau tidak memaafkan kami dan merahmati kami, pasti kami bakal menjadi orang yang rugi.”

Aku pun perintahkan supaya mereka menyampaikan sebagaimana yang disebutkan Yunus: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, bahwasannya aku tergolong orang yang zalim.” (Al-Jawabul Kafi, Hal. 88)

No comments